Baja Ringan Blog

Self Drilling Screw Pada Baja Ringan

Ketahui Sambungan Baja Ringan GIGASTEEL

Self Drilling Screw Pada Baja Ringan – Perlu diketahui bahwa pengerjaan atap adalah pengerjaan yang tidak bisa berdiri sendiri ada faktor lain yang sangat penting dalam penjamin pengerjaan rangka atap berjalan dengan baik. Alur pengerjaan atap dimulai dari desain atap, yang didalamnya terdapat penentuan bentuk atap , kemiringan serta material yang akan digunakan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pemotongan dan perakitan. yang setelah itu dilakukan dengan pemasangan di atas ring balk. Dalam proses perakitan ada hal penting dan vital peranannya bagi struktur secara keseluruhan yaitu Screw atau biasa dikenal dengan Baut, namun pada pemasangan baja ringan memakai Self Drilling Screw. Screw ini sangat berperan penting, maka kesalahan dalam memilih dan memasang screw akan berakibat fatal bagi rangka atap rumah.

Screw yang baik adalah crew yang secara teknis mampu menahan beban sehingga tidak terjadi deformasi ataupun kegagalan struktur. Jenis screw yang dipasang pada kuda kuda biasanya terdiri dari dua jenis yaitu untuk kuda kuda dan untuk Reng. Kedua jenis screw ini sama sama penting, karena memiliki spesifikasi yang berbeda karena peruntukannya. Bayangkan jika dengan seenaknya memasang, menyambung, dan mendirikan kuda-kuda baja ringan tanpa mempertimbangkan hal ini.


Baca juga : Construction Fun Day 2019 Hadir Di Indonesia

Untuk merakit atau menyambung baja ringan menjadi  sebuah konstruksi  rangka baja ringan untuk atap atau bangunan sesuai dengan desain,  digunakan alat diantaranya self drilling screw (sekrup dengan mata bor di ujungnya).  Ukuran self drilling screw berbeda berdasarkan standar dari produsennya. Untuk pemakaian Self drilling screw hanya satu kali pakai  apabila mata bor pada ujungnya dan drat sudah rusak maka tidak bisa dipakai lagi.

Konstruksi rangka atap baja ringan dalam satu sambungan (joint), minimal  menggunakan  self drilling screw sebanyak  2 buah. Tetapi pada prateknya  untuk satu sambungan menggunakan minimal 3 buah screw hal ini bertujuan untuk menciptakan konstruksi yang benar-benar kuat karena apabila terjadi kegagalan satu screw maka beban tetap bisa di tanggung oleh screw yang lain. Pemakain screw di satu sambungan ditentukan oleh desain konstruski  berdasarkan kapasitas beban yang mampung ditanggung oleh screw.

Tumpuan konstrusi atap baja ringan adalah kuda-kuda yang disambung  ke  ringbalok menggunakan dynabolt . Cara pemasangannya adalah  dynabolt di masukan  kedalam beton yang sebelumnya sudah dibor  yang  lubangnya sesuai dengan ukuran dynabolt kemudian baut dikencangkan sehingga batang  dynabolt akan tertarik dan bagian sayapnya akan mencengkeram kuat ke beton.

Baca juga : Construction Fun Day 2019 Hadir Di Indonesia

Jika tidak memungkinkan untuk dibuat ringbalok maka tumpuan konstruksi atap baja ringan bisa buat dengan cara menggunakan bracket  yang  disambung dengan kuda-kuda  kemudian bracket tersebut di jepit dengan bata.  Hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat lubang ke atas pada dinding  dengan ukuran kedalaman  sesuai bracket yang akan digunakan setelah bracket  semua terpasang kemudian lubang diplester kembali. Akan tetapi cara ini tidak disarankan karena  konstruksi rangka atap baja ringan kurang kuat dan proses pengerjaan sedikit lebih rumit.

Sumber Google


Related posts

Sambungan Baja Ringan GIGASTEEL

Rizal

Rangka Atap Galvalum, Ini 5 Keunggulannya

Nasuha

Panel Gypsum, Material Tahan Lama

Rizal

2 comments

Cermati Sebelum Menggunakan Baja Ringan | Baja Ringan System March 30, 2019 at 4:56 am

[…] Baca juga : Self Drilling Screw Pada Baja Ringan […]

Reply
Memilih atap baja ringan untuk bangunan | Baja Ringan System March 30, 2019 at 4:57 am

[…] Baca juga : Self Drilling Screw Pada Baja Ringan […]

Reply

Leave a Comment

Hubungi Kami