Berita

Produsen Baja Ringan ARFI Sayangkan Insiden Ambruknya Atap SDN Pasuruan

Produsen Baja Ringan ARFI

Produsen Baja Ringan ARFI – Bangunan sekolah SDN Gentong Kita Pasuruan di Jalan Kyai Sepuh no 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk beberapa waktu lalu. Akibatnya, 11 siswa SD mengalami luka-luka, satu siswa serta satu guru meninggal tertimpa atap yang ambruk.

Insiden ini menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya, produsen baja ringan yang tergabung dalam Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI).

Ketua Umum ARFI, Stephanus Koeswandi menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Diketahui, salah satu bahan yang digunakan dalam konstruksi gedung sekolah tersebut adalah baja ringan.

“Kami dari ARFI sangat prihatin mengenai kejadian di SDN Gentong, di Pasuruan ini. Ini berkaitan dengan konstruksi terkait rangka atap baja ringan. Kami sangat menyayangkan kejadian ini bahkan sampai ada korban jiwa,” ungkapnya saat ditemui, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

Atap SDN Gentong Amruk di Pasuruan, Dua Tewas Belasan Luka-luka

Meskipun demikian, dia masih enggan berkomentar terkait penyebab insiden tersebut. Hal itu, perlu penyelidikan yang lebih dalam.

Dia menegaskan, ada sejumlah hal penting yang harus diperhatikan dalam konstruksi yang terutama yang berkaitan dengan baja ringan. Hal-hal tersebut yakni produk yang berkualitas, desain, dan cara pemasangan yang tepat.

“Sebenernya ini sudah kejadian yang kesekian kalinya. Memang kita mesti lihat lebih lanjut penyebabnya apa,” tandasnya.

Polisi Usut Dugaan Korupsi Proyek SDN Gentong

Produsen Baja Ringan ARFI – Polisi telah mendapatkan sejumlah temuan hasil uji laboratorium forensik kasus atap SD Gentong 1 di Pasuruan, ambruk. Penyidik pun mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi di balik insiden yang menewaskan dua orang tersebut.

Dua orang tewas itu yakni seorang siswa dan guru. Belasan siswa lainnya turut mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11) pagi.

“Baru diambil Polda satu kasus. Sudah indikasi tipikornya sudah ke sana, cuma belum penetapan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (8/11).

Periksa 12 Saksi

Produsen Baja Ringan ARFI – Barung menyebut, pihaknya telah memeriksa 12 saksi terkait insiden ini. Empat saksi itu di antaranya adalah PNS Dinas Pendidikan Kota Pasuruan berinisial RT (43) yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK). Kemudian pria berinisial LS (38) sebagai Direktur CV Andalus.

Selanjutnya, pria berinisial SSM (40) selaku Direktur CV DHL Putra dan saksi berinisial MR, PNS RSUD Dr R Soedarsono yang bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

“Delapan saksi lain yang saat kejadian. Guru, siswa,” kata dia.

Konstruksi Tahan Gempa Ekonomis, Kenapa ?

Namun menurut Barung, hasil uji laboratorium forensik belum dapat dibuka ke publik. Masih ada mekanisme yang harus dipenuhi penyidik.

“Sudah ada temuan tapi tidak bisa dikeluarkan dulu, masih konsumsi penyidikan. Nanti kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka baru kita keluarkan,” ujar dia.

Polisi akan mengumpulkan informasi dari keterangan saksi dan mencocokkan dengan hasil laboratorium forensik. Selain itu, Barung juga mengoreksi proyek renovasi sekolah tersebut pada 2012, semulanya disebutkan 2017.

sumber merdeka

Produsen Baja Ringan Angkat Bicara Soal Ambruknya Atap SD di Pasuruan

Produsen Baja Ringan ARFI – Bangunan sekolah SDN Gentong Kita Pasuruan di Jalan Kyai Sepuh Nomor 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ambruk. Akibatnya, 11 siswa SD mengalami luka-luka, satu siswa serta satu guru meninggal tertimpa atap yang ambruk.

Insiden ini menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya, produsen baja ringan yang tergabung dalam Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI).

“Kami dari ARFI sangat prihatin mengenai kejadian di SDN Gentong, di Pasuruan ini. Ini berkaitan dengan konstruksi terkait rangka atap baja ringan. Kami sangat menyayangkan kejadian ini bahkan sampai ada korban jiwa,” ungkapnya saat ditemui, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

Meskipun demikian, dia masih enggan berkomentar terkait penyebab insiden tersebut. Hal itu, perlu penyelidikan yang lebih dalam.

Namun, dia menegaskan ada sejumlah hal penting yang harus diperhatikan dalam konstruksi yang terutama yang berkaitan dengan baja ringan. Hal-hal tersebut yakni produk yang berkualitas, desain, dan cara pemasangan yang tepat.

“Sebenernya ini sudah kejadian yang kesekian kalinya. Memang kita mesti lihat lebih lanjut penyebabnya apa,” tandasnya.

Sumber Google

Related posts

Produsen Baja Ringan Dukung Bea Masuk Antidumping

Rizal

Rangka Baja Ringan, Sering Dimanipulasi Aplikator

Rizal

Jumlah kontraktor asing lebih banyak dibanding nasional

SystemBajaRingan

Leave a Comment

Hubungi Kami