Baja Ringan Blog Konstruksi

Model Rumah Tahan Gempa; Panduan Dasar

Model Rumah Tahan Gempa

Model Rumah Tahan Gempa – Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di antara Ring Of Fire yang membentang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatera, hingga ke Himalaya, Mediterania, dan berujung di Samudera Atlantik. Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif dan masuk kedalam jajaran gunung berapi pada Ring Of Fire.

Baca Juga : Bedanya Baja Ringan System dan Baja Ringan Batangan, Apa Aja?

Ring of Fire (Cincin Api) merupakan zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan parit-parit (palung) di dasar laut. Zona yang disebut cincin api inilah yang banyak terjadi gempa dan letusan gunung berapi.

Kejadian terakhir yang begitu mengejutkan adalah gempa bumi yang berasal dari wilayah Selatan Banten dengan kekuatan 6,9Skala Ritcher. Getaran dari gempa ini dikabarkan dirasakan hingga ke Jakarta, Jawa Barat, bahkan Jawa Tengah. Belum hilang ingatan kita atas gempa di Palu, Lombok, bahkan di Halmahera Selatan yang luluh lantah akibat gempa.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kompas.com, gempa yang berpusat di wilayah Sumur, Banten ini membuat 200 bangunan rusak di seluruh wilayah terdampak yang terbagi dalam kategori rusak berat, ringan, dan sedang. Kerusakan ini diakibatkan lantaran konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar. Bangunan tidak memiliki tulang dan besi penyangga sehingga rumah roboh.

Sebagai masyarakat awam, kita harus lebih aware terhadap bencana yang mungkin saja bisa terjadi di masa depan tanpa kita duga. Bukan untuk menghindari bencana, minimal kita bisa meminimalisis akibat yang diakibatkan dari bencana tersebut. Sebagai masyarakat, kita harus sadar dan tanggap terhadap bencana.

Saat ini sudah berbagai cara dilakukan untuk meminimalisir hancurnya bangunan yang diakibatkan oleh gempa. Salah satu penyebab besarnya kerusakan gempa ini dikarenakan kondisi struktur bangunan yang tidak memenuhi standar aman gempa bumi.

Untuk meminimalisir dan mengantisipasi jatuhnya korban akibat reruntuhan bangunan rumah, pemerintah membuat buku panduan mengenai “persyaratan pokok rumah yang lebih aman” atau dengan kata lain membuat panduan untuk model rumah tahan gempa. Panduan ini merupakan hasil kerjasama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Ada beberapa point penting yang dibahas pada pedoman pembangunan bangunan tahan gempa ini, yaitu:

  1. Dasar-dasar Perencanaan Bangunan Tahan Gempa
  2. Bangunan Rangka Bambu
  3. Bangunan Rangka Kayu
  4. Bangunan Rangka Baja
  5. Bangunan Tembok Bata
  6. Bangunan Blok Beton Dengan Tulangan
  7. Bangunan Beton Bertulang.
Model Rumah Tahan gempa
Model Rumah Tahan gempa

Model Rumah Tahan Gempa Dimulai Dari Rangka Atapnya

Pemilihan model rangka atap kini menjadi langkah yang cukup penting untuk menghindari berbagai macam dampak yang diakibatkan dari gempa. Ada beberapa jenis material yang cocok untuk rangka atap sesuai dengan pedoman pembangunan bangunan tahan gempa, seperti bambu, kayu, dan baja ringan.

Model rangka dengan material kayu ini memiliki keunggulan sangat kuat dalam menopang beban yang tidak ringan. Akan tetapi, material ini tidak tahan rayap dan jika salah dalam pemasangan kuda-kudanya.

Model rangka baja ringan menjadi alternatif terbaru untuk menggunakannya pada rangka atap dan memiliki kekuatan dari getaran gempa. Material-material tahan gempa ini perlu dirancang membentuk struktur bangunan yang baik untuk mengoptimalkan fungsinya.

Pemilihan model rangka baja ringan ini memiliki keringanan dan kelebihan dari ketahanannya. Baja ringan ini merupakan pengganti dari baja konvensional dan kayu karena baja ringan lebih efisien, murah, dan antirayap, juga tepat sebagai rangka atap untuk model rumah tahan gempa.

Baca Juga : Penurunan Kualitas Baja Ringan, Karena Apa?

Syarat utama untuk membuat model rumah tahan gempa salah satunya harus memiliki bobot yang lebih ringan akan tetapi kuat dan tahan akan beban. Baja ringan memiliki bobot yang ringan yakni 9kg/m2, lebih ringan dari bobot kayu yaitu 18kg/m2 dan baja konvensional yakni 25kg/m2.

Rangka bangunan yang emnggunakan material baja ringan ini merupakan salah satu material yang dirancang agar dapat mengurangi beban bangunan saat terjadi guncangan. Penggunaan rangka baja ringan ini menjadi model rumah tahan gempa yang dapat diterapkan di rumah sekitar kita untuk meminimalisir kerusakan akibat guncangan gempa.

Untuk membaca artikel lainnya mengenai baja ringan dan sebagainya di website Baja Ringan System

Sumber : Google

Related posts

Lisplang Baja Ringan, Bisakah Dipadukan?

Nasuha

Perencanaan Struktur Baja Pada Bangunan

Rizal

Rangka Baja Tahan Api; Sebuah Keunggulan

Nasuha

Leave a Comment

Hubungi Kami