Baja Ringan Blog Konstruksi

Memasang Rangka Atap Baja Ringan

Memasang Rangka Atap Baja Ringan

Memasang Rangka Atap Baja Ringan – Pada Atap Rumah harus perhatikan agar dapat memasangnya sendiri. Baja sebagai bahan pembuatan rangka atap mempunyai keunggulan lebih aman dan awet menghadapi cuaca buruk. Telah banyak orang yang memilih menggunakan baja sebagai kerangka atap rumah dari pada kayu langsung.  Seperti halnya memilih warna cat yang pas, memilih bahan yang cocok buat kekuatan atap rumah juga harus diperhatikan.

Selain itu, jenis dari bahan baja bisa digunakan lagi dan tahan hingga 10 tahun. Bahan baja ringan sangat kuat, bisa diinjak – injak untuk menahan beban genteng maupun plafon. Kelebihan atap baja ini adalah pengerjaannya lebih cepat dan mudah dibanding atap kayu. Atap baja bisa dengan mudah didapat di toko bangunan atau toko besi terdekat. Rekomendasi buat kamu yang akan membangun rumah.

Memasang Rangka Atap Baja Ringan menurut Kementerian PUPR harus mengikuti Rangkaian standar yang sudah ditetapkan. Pemasangan rangka atap baja ringan meliputi pekerjaan sebagai berikut.


Baca Selengkapnya : Screw Baja Ringan

1. PEKERJAAN PRA PEMASANGAN

  1. Mengumpulkan informasi mengenai atap.

Informasi mengenai atap biasa disediakan oleh pemilik proyek atau konsultan arsitek. Informasi mengenai atap ini meliputi:

  • Denah ring balok yang akan menjadi tumpuan rangka atap.
  • Jenis penutup atap, jenis penutup atap bermacam-macam, mulai dari yg ringan seperti genteng metal maupun yang berat seperti genteng beton.
  • Bentuk atap, termasuk disini adalah sudut kemiringan atap, panjang overstek dan sebagainya.
  • Prelim desain/desain awal

Pekerjaan prelim desain diperlukan untuk menentukan luasan atap yang biasanya akan dipakai penawaran. Prelim desain menggunakan ukuran gambar dari pemilik proyek atau konsultan arsitek.

  • Survei dan pengukuran lapangan

Survei dan pengukuran lapangan dilaku- Rangka Atap Baja Ringan kan setelah ada SPK atau surat perintah kerja dari pemilik proyek atau kontraktor. Survai dilakukan untuk memastikan bahwa tumpuan untuk kuda-kuda seperti informasi pada gambar benar-benar ada di kondisi aktual. Pengukuran lapangan dilakukan untuk memverifikasi ukuran pada gambar dengan ukuran aktual. Pemeriksaan levelling balok atau tumpuan yang akan menopang kuda-kuda juga dilakukan di tahapan ini.

  • Desain

Setelah semua data hasil survei dan pengukuran lapangan diperoleh maka dilakukan desain untuk menentukan bentuk rangka atap, konfigurasi dan detail ukuran member untuk proses fabrikasi. Untuk desain digunakan aplikasi atau software desain khusus untuk rangka atap baja ringan. Sebelum dilakukan pemasangan rangka atap di lapangan ada beberapa persyaratan pra konstruksi seperti:

  • Kontraktor wajib memberikan persetujuan terhadap dimensi, spesifikasi, dan desain struktur guna menjamin kesesuaian antara desain dan lapangan.
  • Perubahan bahan/detail karena alasan tertentu harus diajukan ke konsultan pengawas dan Konsultan Perencana untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis.

2. PEKERJAAN FABRIKASI

Pekerjaan fabrikasi terdiri dari pekerjaan pemotongan dan perakitan (assembling). Peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah:

  • Mesin potong baja : Untuk memotong baja batangan sepanjang 11 m menjadi batang-batang kecil sesuai ukuran gambar kerja. Piringan pisau pe – motong terbuat dari baja bukan dari plat yang dilapisi batu-batu kecil (seperti amplas berwarna hitam) untuk menghindari terjadinya pengelupasan lapisan anti karat.
  • Gunting baja : Untuk memotong notch /coakan-coakan kecil.
  • Mesin bor tangan : Untuk mengskrew baut ke batangan baja. Lebih baik yang memiliki kontrol kecepatan.
  • Peralatan standar tukang: Meteran, siku, palu, tali, waterpass, benang, spidol, dan lain-lain.

Baca Selengkapnya : Apa Itu Baja Ringan

Pekerjaan pemotongan

Umumnya rangka atap baja ringan datang ke lapangan dalam bentuk lonjoran dengan panjang standard, sehingga harus dilakukan proses pemotongan sesuai dengan gambar fabrikasi dari pabrikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pekerjaan pemotongan.

Pekerjaan pemotongan material baja ringan harus menggunakan peralatan yang sesuai, alat potong listrik dan gunting, dan telah ditentukan oleh pabrik.

Alat potong harus dalam kondisi baik.

Pemotongan material harus mengikuti gambar Kerja.

Bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih.

Pekerjaan perakitan (Assembling)

Pekerjaan perakitan adalah merangkai batang profil baja ringan untuk dibentuk menjadi rangka atap. Penyambungan antar batang umumnya menggunakan baut menakik sendiri (screw). Berikut ini adalah ketentuan mengenai screw:

Kelas ketahanan korosi : Class 2, mengikuti standard AS 3566.1-2 : 2002.

Ukuran screw untuk elemen struktur rangka atap adalah 12-14×20, dengan ketentuan sebagai berikut:

– Diameter kepala (Diameter of head screw) : 12 mm

– Jumlah ulir per inch (Threads per inch/TPI) : 14

– Panjang (Length) : 20 mm

– Bahan (Material) : AISI 1022 Heat treated carbon steel

– Kuat geser rata-rata (Shear, Average) : 8.8 kN

– Kuat tarik minimum (Tensile, min) : 15.3 kN

– Kuat torsi minimum (Torque, min) : 13.2 kNm.

Ukuran screw untuk elemen struktur lainnya adalah 10-16×16, dengan ketentuan sebagai berikut:

– Diameter kepala (Diameter of head screw) : 10 mm

– Jumlah ulir per inchi (Threads per inch/TPI) : 16

– Panjang (Length) : 16 mm – Bahan (Material) : AISI 1022 Heat treated carbon steel

– Kuat geser rata-rata (Shear, Average): 6.8 kN

– Kuat tarik minimum (Tensile, min): 11.9 kN

– Kuat torsi minimum (Torque, min) : 8.4 kNm

Untuk penyambungan antar batang dan konfigurasi screw dilakukan sesuai gambar fabrikasi. Konfigurasi screw meliputi posisi dan jarak antar screw. Pemasangan screw harus menggunakan alat bor listrik 560 watt dengan kemampuan putaran alat minimal 2000 rpm. Untuk bor sebaiknya dilengkapi dengan pembatas torsi.

3. PEKERJAAN PEMASANGAN

Pekerjaan pemasangan meliputi sebagai berikut:

  • Penanganan dan menaikkan rangka atap

Dalam menangani rangka atap harus dilakukan sedemikian hingga untuk menghindarkan kerusakan akibat penanganan, penyimpanan, transportasi dan instalasi. Penggunaan alat angkat yang tepat sangat disarankan untuk menghindarkan kerusakan. Rangka atap dinaikkan sesuai ketentuan di dalam gambar kerja denah penempatan rangka batang.

  • Menegakkan, meluruskan dan levelling rangka atap

Pada saat pemasangan sementara, rangka batang harus ditopang secukupnya untuk menghindarkan melintir akibat lentur dan torsi akibat belum terpasangnya semua komponen pengakunya.

  • Pengikatan ke tumpuan Untuk pengikatan ke tumpuan digunakan anchor bolt dengan ketentuan sebagai berikut:

• Diameter : 12 mm (M10)

• Bahan (Material) : Steel Galvanised min 5 microns

• Kuat geser (Shear) : 5.2 kN

• Kuat tarik (Tensile) : 2.0 kN

  • Pemasangan jurai, reng, penopang kantilever horizontal

Sangat disarankan bahwa instalasi dan ereksi atau memasang rangka atap baja ringan dilakukan oleh installer yang terlatih dan berpengalaman serta sudah mendapat sertifikat pemasang dari pabrikan yang menjual system rangka atap baja ringan.

Related posts

Genteng Metal, Kelebihannya Sebagai Atap

Rizal

Penurunan Kualitas Baja Ringan, Karena Apa?

Nasuha

Menggunakan Baja Ringan System? Kenapa Tidak?

Rizal

1 comment

Kanopi Rumah Baja Ringan | Baja Ringan System April 2, 2019 at 9:51 am

[…] Baca Selengkapnya : Memasang Rangka Atap Baja Ringan […]

Reply

Leave a Comment

Hubungi Kami