Desain Kandang Konstruksi

Kandang Closed House, Meningkatkan Produktifitas

Kandang Closed House, Meningkatkan Produktifitas

Tidak dapat dipungkiri bahwa kandang merupakan salah satu bagian dari kebutuhan ternak unggas yang sangat penting untuk diperhatikan terutama bagi peternak dengan sistem intensif, kandang merupakan salah satu penentu keberhasilan beternak karena kesalahan dalam konstruksi kandang dapat berakibat fatal yang berujung pada kerugian bagi peternak. Oleh karena itu, banyak peternak yang rela menghabiskan uang miliaran rupiah hanya untuk mendesain kandangnya.

Kandang jika dilihat dari jenis-jenisnya dapat dibedakan berdasarkan tipe dinding, bentuk lantai, tipe atap dan cara pemeliharaan. Jenis kandang berdasarkan tipe dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka (open house), kandang semi tertutup (semi closed house) dan kandang tertutup (closed house). Kandang dengan sistem terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kayu atau bambu.

Kandang closed house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen dan dengan sentuhan teknologi tinggi. Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem openhouse dan closed house.Dinding kandang tipe ini ditutupi oleh tirai yang bisa dibuka akan tetapi juga sudah menggunakan bahanbahan permanen dan dengan gabungan teknologi modern.

Kandang dengan Sistem Closed house mulai diperkenalkan dan digunakan di industri peternakan broiler di USA kurang lebih 23-26 tahun yang lalu. Sejak itu penggunaanya meluas ke seluruh penjuru dunia.

Kandang closed house tentunya sangat bermanfaat untuk daerah tropis yakni mampu mengurangi dampak buruk dari tingginya kelembaban udara, dengan memanfaatkan efek “wind chill” dalam kandang. Adanya aliran udara di dalam kandang yang mengenai tubuh ayam akan memberikan “rasa lebih dingin dari suhu udara yang terukur”, karena proses pengeluaran panas tubuh ayam dalam kondisi normal (tidak panting) adalah melalui kulit tubuhnya, sehingga pada kondisi kandang yang disertai adanya aliran udara maka ayam akan “merasa suhu tidak panas sehingga tidak perlu panting”.

Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan “rumah” atau suatu tempat yang difungsikan untuk tempat berlindung bagi ayam, tempat melakukan aktivitas produksi dan reproduksinya serta tempat yang memberikan jaminan perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas dan lainnya.

Berdasarkan ini, maka pembangunan kandang untuk ayam perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam dan sesuai pula dengan kondisi keuangan yang dimiliki oleh peternak. Berbagai macam bentuk kandang sering diperdebatkan dalam hubungannya dengan fungsi kandang itu sendiri. Pilihan model dan sistem konstruksi kandang sebenarnya bukan disesuaikan dengan keinginan peternak namun perlu dipertimbangkan dari kenyamanan ayam yang dipelihara yang secara nyata akan memberikan hasilnya berupa daging dan telur.

Jelas, kandang sistem closed house memiliki banyak kelebihan jika dibandingan dengan kadang semi close atau open house. Akan tetapi, bukan berarti keberhasilan hanya akan didapatkan oleh peternak closed house, peternak semi close atau open house juga bisa merasakan kesuksesan dan ini banyak terjadi.

Sumber : Starcon

Related posts

Alasan Menggunakan Jasa Desainer Interior

SystemBajaRingan

Konstruksi Baja Magna System

Rizal

Penggunaan Baja Hollow Pada Rangka Atap

Rizal

Leave a Comment

Hubungi Kami