Kandang Konstruksi

Kandang Closed House, Inovasi Kandang Ayam

Kandang Close House, Inovasi Kandang Ayam

Pada dasarnya Kandang ayam pada dasarnya di bagi menjadi dua jenis. Berdasarkan Iklim natural (kandang ayam open house) serta iklim rekayasa (kandang ayam closed house). Khusus untuk di Indonesia, sekarang masih banyak kandang ayam yang berupa kandang ayam terbuka yang berpedoman pada kondisi lingkungan baik berupa kandang panggung maupun kandang postal.

Persoalan klasik yang terjadi di kalangan peternak memakai kandang terbuka adalah:

  • Perpersoalanan sosial (lalat, bau, pencemaran tanah, dsb)
  • Pemanasan Iklim Global (Global Warming)
  • Susahnya mencari lokasi produksi dengan iklim makro yang sesuai
  • Genetik ayam modern mulai tidak cocok dengan kandang ayam terbuka (mudah mati apabila dibesarkan di kandang terbuka)

Banyak peternak di Indonesia, masih belum paham dan mengerti bahwa tersedia suatu teknologi yang telah berkembang sejak tahun 80-an untuk membuat suatu  kandang ayam menjadi profitable serta bisa berkesinambungan dalam jangka panjang. Kandang tersebut bernama kandang tertutup atau biasa dikenal dengan nama Kandang Ayam Closed House.

Kandang ayam closed house adalah tipe kandang yang sudah banyak digunakan di negara-negara maju. Jenis tipe kandang ayam ini dapat mengontrol kondisi dalam kandang sehingga ayam dapat dipelihara secara maksimal. Cara mengontrol kondisi di dalam kandang adalah lewat heater dan fan yang dipasang pada kandang.

Dengan fan yang dipasang, kandang ayam dapat mengeluarkan udara panas di dalam kandang sehingga dapat menghasilkan tingkat kelembaban dan temperatur yang sesuai dengan ayam. Tingkat stress pada ayam juga dapat berkurang karena pemeliharaannya dilakukan secara otomatis oleh alat yang canggih sehingga mengurangi kontak ayam dengan manusia.

Secara konstruksi, kandang ayam closed house dibedakan atas dua sistem yakni pertama sistem tunnel dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya seperti mengandalkan aliran angin untuk mengeluarkan gas sisa, panas, uap air dan menyediakan oksigen untuk kebutuhan ayam.

Sistem tunnel ini cocok untuk area dengan temperatur maksimal tidak lebih dari 30oC. Sistem kedua adalah evaporative cooling system (ECS). Sistem ini memberikan manfaat pada peternak seperti mengandalkan aliran angin dan proses evaporasi dengan bantuan angin.. Sistem kandang tertutup ini hanya cocok untuk daerah panas dengan suhu udara di atas 35oC.

Kelemahan pada tipe kandang ini adalah sangat bergantungnya pada mesin. jika terjadi kesalahan pada pengaturan mesin di dalam kandang, maka ayam di dalam kandang pun akan terkena dampaknya. Selain itu, biaya operasional dan investasi pada tipe kandang ini juga lebih besar jika dibandingkan dengan tipe open house.

Sumber : Google

Related posts

Arsitek Terkenal Dunia Yang Menghebohkan

Rizal

Jenis Konstruksi Baja Modern pada Bangunan

Rizal

Construction Fun Day 2019 Hadir Di Indonesia

Rizal

Leave a Comment

Hubungi Kami