Blog Konstruksi

Jenis Konstruksi Baja Modern pada Bangunan

Jenis Konstruksi Baja Pada Proses Pembangunan

Struktur baja pada dunia konstruksi modern sering digunakan sebagai bahan struktur pada bangunan maupun jembatan. Seiring dengan berkembangnya inovasi, kebutuhan masyarakat akan tempat kegiatan atau aktifitas yang disebut fasilitas memang sangat diperlukan masyarakat.

Pada proyek pembangunan gedung menggunakan struktur portal baja dengan tujuan di samping kekuatan dan proses kerja yang praktis sehingga diharapkan waktu yang direncanakan semakin singkat, baja juga mempunyai sifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu bahan bangunan yang sangat umum dipakai. Beberapa keuntungan baja sebagai material struktur utama antara lain:

  • Kekuatan tinggi, baja bisa diproduksi dengan berbagai macam kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan tekan lelehnya (Fy) atau oleh tegangan tarik (Fu).
  • Kemudahan pemasangan, semua bagian – bagian dari konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel atau pabrikasi, sehingga satu – satunya kegiatan yang dilakukan di lapangan adalah kegiatan pemasangan bagian – bagian konstruksi yang telah dipersiapkan.
  • Keseragaman, sifat – sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan baik sekali, sehingga para ahli dapat mengharapkan elemen – elemen dari konstruksi baja ini akan berperilaku sesuai dengan yang di rencanakan dalam perencanaan.
  • Daktilitas, sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar dibawah pengaruh tegangan tari yang tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat daktilitas ini membuat struktur baja mampu mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tiba – tiba.

Pada umumnya penggunaan baja lebih praktis dibandingkan dengan beton dengan tujuan mengurangi durasi pelaksanaan proyek sehingga resiko keterlambatan yang terjadi menjadi lebih kecil. Selain itu pekerjaan dapat dilakukan jauh lebih aman dan lebih mudah seperti persiapan, pemasangan,dan perawatan.

Sehingga struktur baja menjadi salah satu pilihan atau solusi untuk dunia konstruksi yang sekarang ini sudah banyak digunakan di berbagai proyek pembangunan, baik itu untuk pembangunan gedung kantor, jembatan dan lain sebagainya, karena sudah banyak komponen struktur seperti kolom dan balok yang dapat dibuat menjadi sebuah bangunan struktur.

Di era modern ini, konstruksi baja semakin sering digunakan. Di antaranya untuk kuda-kuda, jembatan rangka, tiang transmisi (seperti jaringan listrik berdaya tinggi), dan menara air. Sejak tahun 1990, baja WF digunakan dalam konstruksi bangunan karena baja WF memiliki material yang bersifat struktural. Baja sendiri, memiliki daya tinggi dan sangat kuat menahan beban tarik aksial maupun tekan aksial. Baja WF juga terkenal dengan kelenturannya yang serupa dengan pembangunan strukturnya. Baja juga tergolong komponen yang sangat ringan sehingga sangat cocok diaplikasikan pada berbagai konstruksi bangunan.

Jenis Baja yang Sering di Gunakan

Berbagai jenis konstruksi baja yang sering digunakan pada konstruksi bangunan sebagai berikut:

  • Tipe Rangka (Frame Structure)

Frane Structure atau Tipe Rangka merupakan jenis konstruksi baja yang cukup populer. Jenis konstruksi baja ini terbangun atas beberapa batang baja yang saling memperkuat satu sama lain. Artinya, frame structure merupakan konstruksi baja yang terdiri dari beberapa batang baja yang terdiri antara batang tarik, batang belok batang lentur dengan beban aksial. Konstruksi baja tipe rangka ini sangat cocok diaplikasikan pada struktur atap, jembatan, pergudangan, pabrik, BTS Operator Seluler, Tower Transmisi Listrik, dan lain sebagainya.

  • Tipe Cangkang (Shell-Type Structure)

Kemampuan konstruksi baja tipe cangkang ini lebih diutamakan untuk menahan tarikan. Selain itu, pada bagian kubahnya (lengkungan atau cangkang) berfungsi untuk menahan beban. Pada umumnya konstruksi baja tipe cangkang ini selalu dikombinasikan dengan tipe rangka agar mendapatkan daya tahan yang tinggi. Beberapa konstruksi bangunan yang menggunakan konstruksi baja tipe cangkang ini lebih mengarah pada bangunan yang memiliki kubah di bagian atasnya seperti masjid, gelora ataupun stadion. Salah satu bangunan yang menggunakan Shell-Type Structure ini adalah Stadion Sapporo Dome di Jepang.

  • Tipe Suspensi (Suspension Type Structure)

Yang menjadi daya tarik konstruksi baja tipe suspensi ini adalah adanya keberadaan kabel tarik. Beberapa ahli beranggapan bahwa elemen tarik pada suspension type structure ini terbukti paling efisien untuk menahan beban. Konstruksi baja dengan tipe suspensi ini pun semakin banyak digunakan pada bangunan yang memiliki beban tinggi yang membutuhkan tingkat elastisitas tinggi. Beberapa bangunan yang menggunakan suspension type structure ini adalah kabel baja pada jembatan.

Sebagai bahan bangunan, manfaat baja dalam hal bentuk dan struktur yang solid. Kedua nilai ini membantu para ahli sipil untuk memprediksi lebih lanjut dalam pembangunan baja dengan presisi tinggi dan akurasi. Selain itu, baja memiliki keuletan yang tinggi, dalam arti bahwa meskipun tarik dan tegangan tinggi tidak memar atau patah bahan langsung.

Bandingkan dengan kayu. Kelebihan yang dapat mencegah runtuhnya tiba-tiba bangunan. Ini adalah salah satu aspek keselamatan yang dimiliki baja dibandingkan bahan lainnya. Dalam hal terjadi gempa besar, konstruksi baja akan tetap stabil dan tidak jatuh. Tidak hanya untuk daerah gempa, penggunaan baja sebagai bahan konstruksi untuk pembangunan perumahan sangat dianjurkan.

Kebutuhan akan konstruksi bangunan tak hanya kuat secara struktural dan ekonomis (harga), namun juga bisa dibangun dengan cepat dengan akurasi tinggi (rapi, tidak banyak proses perbaikan modifikatif di lapangan). Konstruksi bangunan baja pra rekayasa atau pre-engineered building merupakan salah satu jawaban akan kebutuhan tersebut. Sistem konstruksi yang istilahnya kerap disingkat “PEB” ini merupakan jawaban pasti terhadap kebutuhan akan kecepatan dan kerapian seperti tersebut di atas, selain tentunya kuat dan ekonomis.

PEB adalah sistem konstruksi di mana semua proses rekayasa teknik (engineering) dilakukan di luar lokasi pembangunan, atau dilakukan di workshop/pabrik tersendiri. Seluruh proses engineering mulai dari desain dan perhitungan struktur, gambar terperinci (detailing), gambar kerja (shopdrawing), gambar pemasangan/instalasi (erection/installation drawing) hingga proses fabrikasi material (material fabrication) dilakukan secara terintegrasi di luar lokasi proyek. Setelah semua proses engineering itu selesai, seluruh material dikirimkan ke lokasi proyek dalam kondisi terurai untuk kemudian dirakit/dirangkai menjadi satu kesatuan konstruksi. Salah satu cara untuk meniadakan proses fabrikasi di lapangan adalah dengan rekayasa sistem sambungan yang menggunakan sistem baut (bolt), bukan sambungan las (welding).

Magna System merupakan sebuah sistem konstruksi bangunan baja pra rekayasa atau pre-engineered steel building yang kerap disebut sebagai “PEB”. Material Magna System terbuat dari pelat baja canai dingin (cold-rolled steel atau cold-formed steel) dengan ketebalan relatif tipis namun dengan mutu baja tinggi. Lembaran baja ini dibentuk dengan mesin roll-form membentuk profil (section) tertentu, bisa “C”, “Z”, atau omega section.

Mutu baja untuk material Magna System adalah 550 Mpa (untuk struktur pendukung atau sekunder atau profil dengan ketebalan di bawah 1,5 mm) dan 450 MPa (untuk struktur utama atau profil dengan ketebalan di atas 1,5 mm). Perbedaan tersebut lebih disebabkan faktor pembentukan profil, di mana semakin tebal profil maka akan semakin sulit dibentuk (dari baja lembaran) jika mutu bajanya terlalu tinggi.

Pada Magna System, semua proses rekayasa teknik (engineering) dilakukan di luar lokasi proyek. Proses rekayasa mulai dari desain dan perhitungan struktur, gambar terperinci (detailing), gambar kerja (shopdrawing), hingga gambar pemasangan/instalasi (erection/installation drawing) dilakukan oleh para tenaga lulusan Teknik Sipil yang berpengalaman dengan dibantu perangkat lunak (software) yang sudah teruji keandalannya.

Proses produksi atau fabrikasi material (material fabrication) dilakukan secara terintegrasi di pabrik khusus yang dilengkapi dengan mesin-mesin presisi tinggi yang menjamin akurasi bentuk dan dimensi profil dan pelat-pelat konektor beserta lubang bautnya. Seluruh material dikirim ke lokasi proyek dalam kondisi terurai untuk kemudian dirakit/dirangkai menjadi satu kesatuan konstruksi.

Magna System menggunakan sambungan utama (semaksimal mungkin) berupa mur-baut, untuk meminimalisir, atau dalam banyak kasus malah meniadakan proses fabrikasi di lapangan. Jadi proses-proses seperti pelubangan sambungan pada sambungan  utama sangat minim, bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada. Magna System tidak menggunakan sistem sambungan las (welding), kecuali dalam produksi pelat konektor (berupa pelat perletakan atau support plate/baseplate) di pabrik.

Magna System dilapisi lapisan anti karat galvanis (zinc) dengan ketebalan lapisan Z275 (275 gram/m2) untuk struktur utama dan Z220 (220 gram/m2) untuk struktur pendukung. Lapisan galvanis ini aman digunakan pada kondisi proyek yang umum di Indonesia, antara lain karena lapisan galvanis tahan terhadap adukan semen/mortar.

Magna System merupakan PEB-Light yang mengedepankan fitur-fitur unggulan seperti kecepatan (karena mudah dipasang di lapangan), kerapian (akurasi tinggi berkat proses rekayasa terintegrasi), kekuatan (karena didesain / dihitung sesuai standar internasional) dan keawetan (dilapisi lapisan anti karat). Kuat, aman, cepat, rapi namun tetap ekonomis, merupakan fitur unggulan Magna System yang merupakan PEB-Light produksi Indonesia. Magna System dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi baja di Nusantara.

Sumber : Magna System

Related posts

Construction Warrior Meningkatkan Kualitas

Rizal

Memilih Baja Ringan yang Berkualitas

Rizal

Jenis Jenis Material Rangka Atap

Rizal

Leave a Comment

Hubungi Kami