Baja Ringan Blog

Jenis Atap Baja Ringan yang Bisa Dipadukan

Jenis Atap Baja Ringan

Jenis Atap Baja Ringan – Atap menjadi salah satu elemen penting bagi sebuah bangunan terutama rumah. Atap ibarat pelindung bagi sesuatu yang ada di dalamnya dari gangguan cuaca, gangguan binatang, hingga gangguan dari sesama manusia. Sebuah atap juga bisa menjadi rasa mengekspresikan desain dari pemiliknya.

Baca Juga : Beda Teknik Sipil Arsitektur, Apa Saja?

Sebelum memulai pembangunan rumah, anda pasti sudah membayangkan akan menjadi seperti apa rumah tersebut. Keinginan setiap orang memiliki impian rumah yang indah, efisien secara waktu dan biaya, serta bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Pemilihan material-material yang akan dipadukan pada bangunan rumah anda juga menjadi salah satu hal yang sangat penting. Jika anda memilih menggunakan baja ringan sebagai rangka atapnya, anda juga berarti harus memilih atap sebagai bagian dan perpaduan dengan material baja ringan tersebut.

Berikut adalah jenis atap baja ringan yang bisa saling dipadukan.

1. Atap Metal

Genteng metal kini menjadi pilihan jika anda menggunakan rangka atap baja ringan. sebagai inovasi yang cukup bisa dibilang terbaru, genteng ini membuat tampilan rumah anda lebih minimalis dan modern dengan variasi yang beragam dan memiliki beban yang sangat ringan.

Genteng metal cocok jika memang anda ingin memadukannya dengan rangka atap baja ringan. Kelebihannya jika anda menggunakan Jenis atap baja ringan ini adalah akan membuat rumah anda memiliki beban yang cukup ringan, dapat memantulkan panasm dan sangat mudah dipasang. Atap jenis ini juga tahan terhadap karat.

2. Genteng Tanah Liat

Di Indonesia, penggunaan genteng tanah liat masih begitu populer. Terutama untuk wilayah yang tidak jauh dari perkotaan, penggunaan genteng tanah liat ini masih sangat banyak. Tak jarang anda masih menemukan para pengrajin genteng tanah liat ini.

Penggunaan genteng tanah liat bisa diaplikasikan jika anda menggunakan rangka atap baja ringan. jenis atap ini jika ingin awet dan tahan bocor harus disusun secara baik dan rapi sehingga meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Penggunaan genteng tanah liat ini harganya cukup murah dan cukup terjangkau dan berasal dari bahan yang tidak akan pernah habis. Kelemahan dari genteng jenis ini adalah mudah pecah dan mudah berlumut.

3. Atap Seng

Terbuat dari bahan yang cukup ringan, biasanya atap seng ini menjadi pilihan untuk bangunan semi permanen seperti warung yang ada di pinggir jalan ataupun bisa diaplikasikan pada rumah semi permanen.

Baca Juga : Kandang Ternak Ayam, Ini Jenisnya!!

Atap dari seng ini memiliki kekurangan tidak menyerap panas dengan baik sehingga panas yang ada di dalam ruangan tidak tersebar secara baik. Kekurangan lainnya seng mudah berkarat dan cepat rusak. Atap seng bisa digunakan dan dipadukan dengan rangka atap baja ringan.

4. Atap Genteng Keramik

Meskipun sama-sama terbuat dari bahan yang sama dengan genteng tanah liat, bahan utamanya tanah liat. Perbedaannya dengan genteng tanah liat adalah genteng ini diberi lapisan pewarna glatzur. Atap ini menjadi lebih mengkilap jika dibandingkan dengan genteng tanah liat.

Dengan lapisan glatzur tentunya membuat tampilan yang cantik dan estetik dengan kesan yang licin. Warna yang dihasilkan juga lebih tahan lama jika dibandingkan dengan atap genteng tanah liat. Jenis atap ini bisa dijadikan salah satu penyempurna jika anda menggunakan rangka atap baja ringan.

Dari 4 jenis atap diatas adalah atap yang cukup sering digunakan dan dipadukan dengan rangka atap baja ringan. Mempercantik rumah anda melalui atap tentu menjadi nilai lebih bagi orang yang melihat rumah anda. Pilhannya kembali lagi kepada anda ingin memadukan baja ringan dengan jenis atap yang seperti apa.

Untuk membaca artikel lainnya mengenai baja ringan dan sebagainya di website Baja Ringan System

Sumber: Google

Related posts

Baja Galvanis: Investasi Konstruksi Masa Kini

Nasuha

Jenis Jenis Material Rangka Atap

Rizal

Alasan Memakai Konstruksi Baja di Lapangan Futsal

Rizal

Leave a Comment

Hubungi Kami