Konstruksi

Bisnis jasa konstruksi optimistis tumbuh

Bisnis jasa konstruksi optimistis tumbuh

Bisnis jasa konstruksi optimistis tumbuh – Pelaku jasa konstruksi optimistis sektor tersebut akan tumbuh seiring perubahan Perpres No. 54/2010 menjadi Perpres No. 70/2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Penyuluh Hukum.

Salah satu pelaku usaha jasa konstruksi di Jabar Sahat Sitohang mengatakan, segera diberlakukannya Perpres No 70/2012 akan memberi angin segar bagi pelaku jasa konstruksi berskala kecil di Kota Bandung. Salah satu poin penting pada Perpres itu yaitu untuk proyek di bawah Rp200 juta tidak dilakukan melalui mekanisme lelang. Pada Perpres Ni 54/2010, proyek diatas Rp100 juta harus melalui lelang.

“Ini kesempatan bagi pelaku Bisnis jasa kontruksi berskala kecil bisa terlibat pada proyek-proyek konstruksi berskala lokal atau nasional,” kata Sahat di sela-sela Sosialisasi Perpres No 70/2012 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (4/12/2012).

Diketahui, pelaku jasa konstruksi berskala kecil selalu terkendala oleh sejumlah persoalan. Termasuk soal lelang. Pelaku jasa konstruksi berskala kecil kesulitan ikut lelang karena bersaing dengan pengusaha berskala besar.

Selain itu, lanjut dia, manfaat Perpres No 70/2012 yaitu tidak diberlakukannya jaminan untuk proyek di bawah Rp200 juta. Selama ini, lanjut dia, jaminan tersebut menjadi kendala bagi pelaku jasa konstruksi. Namun demikian, aturan tersebut menjadi pertaruhan bagi penyedia jasa kontruksi untuk memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan kontrak.

Hal serupa juga dikemukakan Ketua BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Deden Y Hidayat. Menurut dia, peluang tersebut mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku jasa konstruksi berskala kecil. Yaitu ikut pada berbagai tender pelaksanaan proyek lokal dan nasional.

Namun demikian, lanjut dia, upaya tersebut mestinya diikuti peran serta pelaku jasa konstruksi untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bergerak pada sektor tersebut. Yaitu menyediakan tenaga kerja jasa konstruksi spesialis.

“Mereka harus menyediakan tenaga kerja spesialis untuk spesifikasi tertentu. Ini salah satu upaya meningkatkan kualitas dan mutu proyek,” jelas dia.

Diektahui, perusahaan penyedia jasa konstruksi spesialis di Indonesia masih sangat minim. Padahal, pertumbuhan pembangunan insfrastruktur, gedung, dan kawasan perumahan membutuhkan ahli konstruksi dengan spesifikasi khusus.

SDM dengan spesifikasi spesialis akan memberi dampak signfikan pada industri yang bergerak di sektor ini. Paling tidak, bisa bersaing dengan pengusaha besar lainnya.

Apalgi, perusahaan jasa konstruksi berskala besar juga masih sangat minim. Dari 180.000 perusahaan kontraktor di Indonesia, 87 persen di antaranya merupakan perusahaan jasa konstruksi kecil, 12 persen perusahaan menengah, sedangkan perusahaan besar baru 1 persen. Artinya, perusahaan jasa kontruksi berskala kecil bisa menjadi besar apabila menggarap spesifikasi khusus.

Related posts

Jenis Penutup Atap yang belum kita ketahui

Rizal

Panel Gypsum, Material Tahan Lama

Rizal

Pre Engineered Building Pada Konstruksi Hanggar

Rizal

Leave a Comment

Hubungi Kami