Kota

Baja Ringan Purwokerto

Baja Ringan Purwokerto

Baja Ringan Purwokerto – Adalah ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Jumlah penduduknya 292.782 jiwa pada tahun 2014. Berbagai julukan disandang kota di jalur selatan Jawa Tengah ini dari kota wisata, kota kripik, kota transit, kota pendidikan sampai kota pensiunan karena begitu banyaknya pejabat-pejabat negara yang pensiun dan akhirnya menetap di kota ini. Di kota ini pula terdapat museum Bank Rakyat Indonesia, karena bank pertama kali berdiri ada disini dan pendiri bank ini adalah Raden Bei Aria Wirjaatmadja putra daerah Purwokerto

Purwokerto adalah sebuah kota yang tak otonom karena masih menjadi bagian Kabupaten Banyumas sebagai pusat pemerintahan. Secara administratif, Purwokerto terbagi menjadi 4 kecamatan dengan 27 kelurahan. Sebenarnya ada wacana pembentukan Kota Purwokerto terlepas dari Kabupaten Banyumas terus bergulir. Jika dilihat dari sejarahnya, Purwokerto asalnya berstatus Kota Administratif (Kotif), di mana sebagian Kotif lain sudah menyandang status Kota dengan otonomi tersendiri. Jika Purwokerto berhasil menjadi Kota, minimal ada 4 kecamatan yang tergabung, seperti yang terlihat di tabel berikut ini:

Awal-awal abad XX. Pada suatu kota. Saat itu, babak baru dalam tata ruang tengah memasuki kota tersebut. Setiap jalan terlihat lebar. Pepohonan hijau nan rindang meneduhi para pejalan kaki ketika melintas di area pedestrian. Jalan-jalan terlihat asri. Sulit untuk membedakan antara jalan utama dengan jalan penghubung. Di depan gedung karesidenan, terdapat sebuah taman kota. Taman Merdeka, nama taman itu. Sebuah taman untuk tempat warga kota melepas penat setelah kesibukan. Kota terasa nyaman bagi warganya. Inilah suasana Kota Purwokerto dengan perencanaan tata ruang yang baru. Suatu masa ketika Pulau Jawa mulai berkembang. Saat itu, kota-kota di Pulau Jawa tengah mengalami lonjakan penduduk. Kota-kota meledak. Hampir di setiap kota, pertambahan penduduk sekitar 10 kali sampai 20 kali lipat. Kota-kota, mengalami masalah akut tentang tata ruang. Pemerintah kolonial Belanda kelimpungan menghadapi persoalan itu. Sibuk mencari model pembangunan bagi kota-kota di Jawa.

Baja Ringan Purwokerto – Saat kesibukan meliputi Pemerintah Kolonial Belanda, Herman Thomas Kartsen menjejakkan kaki di Semarang pada 1914. Kota yang juga tengah mengalami persoalan pertambahan penduduk. Dalam catatan W.F. Wertheim melalui buku Masyarakat Indonesia dalam Transisi, pertambahan penduduk di kota itu hampir mencapai seratus persen. Di kota tersebut, Kartsen menemui Henri Maclaine Pont. Pont adalah teman Kartsen semasa kuliah di Insitut Teknologi Delf, Amsterdam, Belanda. Di Semarang, Pont mendirikan biro arsistek. Melalui Pont, Kartsen mendapat banyak informasi tentang keadaan Semarang dan kota lainnya. Kedatangan Kartsen di Semarang adalah guna merancang Kota Semarang dan kota-kota di Pulau Jawa.terdapat pabrik gula

Secara tradisional, Purwokerto bukan merupakan kota industri maupun perdagangan. Sampai saat ini, aktivitas industri amat jarang ditemukan di Purwokerto, padahal Purwokerto merupakan daerah potensial yang sangat strategis untuk melakukan investasi dalam bidang Industri selain dari lahan yang masih luas, akses menuju kota-kota besar lainnya yang mudah, juga tenaga kerja profesional di Purwokerto masih banyak. Kota ini bisa dikatakan tidak memiliki industri dalam skala besar yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja atau mencakup wilayah puluhan hektare. Jika pun ada industri, itu umumnya industri-industri tradisional yang hanya mempekerjakan puluhan pekerja (seperti industri rokok rumahan, industri mie atau soun kering kecil-kecilan, pabrik pengolah susu skala kecil, industri peralatan dari logam yang tidak seberapa, serta industri makanan oleh-oleh yang hanya ramai pada musim Lebaran). Sektor perdagangan pun setali tiga uang. Di kota ini tidak ditemukan aktivitas perdagangan dalam skala besar. Kota ini tidak memiliki pelabuhan atau fasilitas bongkar-muat barang dalam skala yang secara ekonomi signifikan. Juga tidak terdapat areal pergudangan yang dapat menyimpan komoditas dalam jumlah ribuan kubik. Pendek kata, kota ini sama sekali bukan kota industri dan perdagangan.

Baja Ringan Purwokerto – Sampai dengan awal dekade 2000-an, kota ini lebih cocok disebut sebagai kota pegawai dan anak sekolah. Mata pencaharian penduduk yang bisa diandalkan untuk hidup cukup adalah dengan menjadi pegawai negeri maupun BUMN. Akhirnya, kota ini secara ekonomi saat itu tidak terlalu berkembang.

Perubahan secara cukup signifikan terjadi mulai tahun-tahun 2000-an, yakni saat kota ini mulai dibanjiri mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kota di pulau Jawa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi di sini (terutama di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)). Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun menggeliat. Ribuan kamar kos dibangun untuk disewakan kepada para mahasiswa pendatang. Ratusan tempat makan didirikan untuk melayani kebutuhan lambung para mahasasiswa yang menjalani siklus lapar setiap 6 jam. Kios-kios alat tulis bermunculan. Warnet tumbuh bagai cendawan di musim semi. Bahkan, jasa pencucian baju (laundry) pun mulai bermunculan guna memenuhi kebutuhan pembersihan pakaian para mahasiswa yang memiliki sedikit waktu untuk mencuci sendiri. Kondisi ini membuat perekonomian kota Purwokerto tumbuh cukup signifikan sebagai kota jasa.

Di akhir tahun 2011, telah berdiri Hotel bintang 5 Aston dengan 12 Lantai. Pada pertengahan tahun 2012, telah tampak perubahan yang cukup signifikan dalam bidang perdagangan. Bisa dilihat dari dibangunnya Rita Supermall dengan 16 lantai dan 2 basement tepat di selatan alun-alun Purwokerto. Dan juga pemekaran Moro menjadi Mega Mall dengan 3 tower. Baca Selengkapnya tentang Baja Ringan Purwokerto

Untuk Anda yang sedang mencari Baja Ringan Purwokerto yang kami rekomendasikan di alamat ini

CV. Kuda-Kuda Total Satria

Jl. Overste Isdiman No. 25

Purwokerto – 53115

Untuk Alamat dan kontak lengkapnya hubungi WhatsApp di website ini, Terima Kasih

Daftar Distributor Baja Ringan
Baja Ringan JakartaBaja Ringan Bali
Baja Ringan BandungBaja Ringan Kupang
Baja Ringan CirebonBaja Ringan Balikpapan
Baja Ringan SemarangBaja Ringan Gorontalo
Baja Ringan PurwokertoBaja Ringan Surabaya
Baja Ringan YogyakartaBaja Ringan Manado
Baja Ringan MagelangBaja Ringan Makassar
 Baja Ringan SoloBaja Ringan Manukwari

Setelah Mengetahui seluk beluk daerah baja ringan di atas, sekarang kita bahas apa itu Baja Ringan , Baja ringan adalah baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, akan tetapi kekuatannya tidak kalah dari baja konvensional. Ada beberapa macam baja ringan yang dikelompokan berdasarkan nilai tegangan tariknya (tensile strength). Kemampuan tegangan tarik ini umumnya didasarkan pada fungsi akhir .

Baja Ringan Purwokerto – Sebagai contoh untuk produk structural seperti rangka atap baja ringan dengan tegangan tarik tinggi (G550). Namun untuk berbagai produk home appliances diperlukan baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah (G300, G250) yang lebih lentur dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk sesuai keinginan.

Pada umumnya, bahan baku adalah baja mutu tinggi dengan standar high tensile strength 550 Mpa (5500 kg/cm2). Kekuatan ini merupakan elemen dasar untuk kekuatan tarik baja ringan saat ini. Dengan kekuatan minimum G550, baja ringan tersebut memiliki kekuatan leleh minimum 550 Mpa. Dibuktikan dalam uji laboratorium tidak boleh putus saat ditarik dengan kekuatan 500 Mpa. Selain itu, baja tersebut juga memiliki modulus geser 80.000 Mpa dan modulus elastisnya 200.000 Mpa.

Baja Ringan Purwokerto – Meskipun lebih ringan dan tipis dari baja konvensional, dengan kuat tarik sebesar 550 Mpa baja ringan dapat dijadikan andalan untuk menopang beban struktur bangunan. Untuk fungsi non structural seperti penutup atap digunakan baja ringan kualitas G300.

Bagaimana dengan ketebalan ? Dipasaran umum ketebalannya berkisar antara 0,20 – 2,00 mm. Variasi ketebalan ini ditentukan oleh fungsi, seberapa besar beban yang ditopang dan ukuran bentang baja itu sendiri. Ketebalan yang lebih kecil dibanding dengan baja konvensional bertujuan untuk mengurangi beban struktur bangunan.

Kuda-kuda baja ringan mempunyai ketebalan antara 0,45 – 1,00 mm. Berbeda dengan kolom yang akan menopang beban yang lebih besar, ketebalannya kisaran antara 1,00 – 2,00 mm (profil C). Sedangkan untuk genteng metal ketebalannya 0,20 mm karena bisa dikatakan tidak memikul beban, dengan ketebalan tersebut sudah cukup memadai.

Baja tersusun dari besi dan karbon (Fe dan C). Apabila unsur tersebut bercampur dengan air dan udara akan timbul reaksi yang mendorong terjadinya karat. Maka perlu dilapisi antikarat. Pengaplikasian lapisan antikarat sangat penting untuk menjaga agar material awet dan tahan lama.

Baja Ringan Purwokerto – Untuk melindungi material baja mutu tinggi dari korosi, harus diberikan lapisan pelindung (coating) secara memadai. Berbagai metode untuk memberikan lapisan pelindung guna mencegah korosi pada baja mutu tinggi telah dikembangkan.

Jenis coating pada yang beredar dipasaran adalah Galvanized, Galvalume, atau sering juga disebut sebagai zincalume dan sebuah produsen mengeluarkan produk baja ringan dengan menambahkan magnesium yang kemudian dikenal dengan ZAM, dikembangkan sejak 1985, menggunakan lapisan pelindung yang terdiri dari : 96% zinc, 6% alumunium, dan 3% magnesium. Tebal coating dipasaran bervariasi, tergantung dari masing-masing produsen.

Related posts

Baja Ringan Jayapura

SystemBajaRingan

Baja Ringan Kupang

SystemBajaRingan

Baja Ringan Lubuklinggau

SystemBajaRingan

27 comments

Baja Ringan Banda Aceh | Baja Ringan System November 4, 2019 at 2:01 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Lhokseumawe | Baja Ringan System November 4, 2019 at 2:16 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Medan | Baja Ringan System November 4, 2019 at 2:41 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Padang Sidempuan | Baja Ringan System November 4, 2019 at 2:46 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Pematangsiantar | Baja Ringan System November 4, 2019 at 2:53 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Sibolga | Baja Ringan System November 4, 2019 at 3:00 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Tanjungbalai | Baja Ringan System November 4, 2019 at 3:04 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Sungaipenuh | Baja Ringan System November 4, 2019 at 3:43 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Dumai | Baja Ringan System November 4, 2019 at 4:18 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Bukittinggi | Baja Ringan System November 4, 2019 at 4:29 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Pariaman | Baja Ringan System November 4, 2019 at 4:43 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Lubuklinggau | Baja Ringan System November 4, 2019 at 7:41 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Pagar Alam | Baja Ringan System November 4, 2019 at 7:50 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Bandar Lampung | Baja Ringan System November 4, 2019 at 8:07 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Metro | Baja Ringan System November 4, 2019 at 8:24 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Pangkalpinang | Baja Ringan System November 4, 2019 at 8:27 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Tanjungpinang | Baja Ringan System November 4, 2019 at 8:38 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Bekasi | Baja Ringan System November 4, 2019 at 9:01 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Depok | Baja Ringan System November 6, 2019 at 9:31 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Jakarta Utara | Baja Ringan System November 6, 2019 at 9:41 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Jakarta Pusat | Baja Ringan System November 6, 2019 at 9:48 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Tasikmalaya | Baja Ringan System November 18, 2019 at 4:15 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Tangerang Selatan | Baja Ringan System November 18, 2019 at 4:21 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Kalimantan | Baja Ringan System November 18, 2019 at 4:34 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Samarinda | Baja Ringan System November 18, 2019 at 4:46 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Palopo | Baja Ringan System November 18, 2019 at 6:10 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply
Baja Ringan Ambon | Baja Ringan System November 18, 2019 at 6:26 am

[…] Baja Ringan Purwokerto […]

Reply

Leave a Comment

Hubungi Kami