Konstruksi

Aspek Memilih Baja Ringan Dibandingkan Kayu

Aspek Memilih Baja Ringan Dibandingkan Kayu

Aspek Memilih Baja Ringan – Penggunaan material kayu untuk membangun atap rumah dari dulu hingga saat ini memang masih banyak digunakan. Akan tetapi, ketersediaan bahan dasar untuk membuat rangka kayu semakin terbatas. Mengingat sumber utama dari kayu adalah pohon. Penggunaan material kayu memang sudah seharusnya digantikan dengan material yang menyesuaikan teknologi dan tidak terlalu merusak lingkungan.

Baca Juga : Membuat Desain Kafe Minimalis, Perhatikan Beberapa Hal Ini!

Kehadiran material baja ringan dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh penebangan pohon sebagai bahan material dari kayu. Penggunaan material atap baja ringan juga bisa menjadi opsi terbaik. Pemilihan baja ringan ini dapat dilihat dari faktornya. Berikut adalah faktor pemilihan baja ringan:

Faktor Pemilihan Baja Ringan

  1. Baja ringan menjadi material yang termasuk kedalam salah satu Green Material. Baja ringan mengurangi pemakaian kayu sebagai material rangka atap yang saat ini sudah semakin berkurang ketersediaanya
  2. Baja ringan adalah material yang ringan. Hal ini akan mengurangi bobot struktur bangunan dan membuat umur bangunan menjadi lebih lama daripada menggunakan kayu
  3. Baja ringan memiliki muat susut yang rendah saat berada di cuaca ekstrem panas dan dingin
  4. Baja ringan dilapisi lapisan yang tahan terhadap serangan rayap dan karat. Dengan demikian dapat menambah umur atap bertahan lebih lama
  5. Baja ringan memiliki ketahanan terhadap gempa karena memiliki bobot yang ringan
  6. Baja ringan dibuat dari proses fabrikasi yang mempercepat tahap pengerjaan dan membuat proses pengerjaan menjadi sangat ekonomis jika dilihat dari faktor biaya
  7. Baja ringan menjadi salah satu material yang dapat dengan mudah di modifikasi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan

Selain melihat faktor dalam pemilihan baja ringan untuk diaplikasikan pada rangka atap rumah anda, ada beberapa aspek yang harus juga diperhatikan dan dibandingkan antara memilih material baja ringan maupun material kayu untuk rangka atap.

Aspek Memilih Baja Ringan Dibandingkan Dengan Kayu

Aspek pertama adalah memerhatikan harga beli material termasuk juga didalamnya adalah ongkos pasang pada material yang akan digunakan. Ada perbandingan yang dilihat berdasarkan kelas penggunaannya. Misalnya, antara rangka atap kayu kelas satu dan baja ringan kelas satu, harganya akan lebih mahal rangka atap kayu, begitupun dengan upah pemasangannya jika dihitung berdasarkan kebutuhan material secara batangan.

Aspek kedua adalah terkait kualitas material yang berkaitan dengan lama umur pakai. Seperti diketahui, material kayu tidak memiliki garansi yang bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, material kayu memiliki kekurangan mudah lapuk dan tidak tahan rayap. Berbeda dengan material baja ringan. Saat ini, baja ringan yang sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) biasanya memiliki garansi umur pakai lebih dari 20 tahun. Selain itu, lapisan baja ringan juga saat ini sudah dilapisi coating tahan karat dan lapuk. Aspek kedua ini bisa dilihat bagaimana perlakuan terhadap material tersebut.

Baca Juga: Kegunaan dan Kelebihan Besi Siku Sebagai Material

Aspek ketiga adalah aspek pemeliharaan. Aspek ketiga ini berkaitan erat dengan spesifikasi pada penutup atap atau henting. Penyesuaian penggunaan penutup atap ini juga akan sangat penting. Aspek pemeliharaan ini akan dipengaruhi oleh jenis genting yang digunakan. Kualitas genting, adanya pergeseran yang bisa mengakibatkan kebocoran, atau hal lainnya. Perbedaan itu akan terasa jika genting yang digunakan ini bocor. Material kayu akan mudah korosi jika terkena rembesan, jika tidak segera diperbaiki maka material kayu akan mudah rusak. Sedangkan baja ringan, hampir tidak ada aspek pemeliharaannya jika treatement yang dilakukan sesuai dan tidak merusak lapisan antikaratnya.

Aspek keempat adalah aspek dampak lingkungan hidup. Aspek terakhir ini tentu akan melihat bagaimana pengaruh dari kedua material ini jika dilihat dari efeknya terhadap lingkungan di sekitar. Jika terus menggunakan kayu, maka dampak yang dihasilkan adalah semakin tidak seimbang dan akan berdampak buruh bagi lingkungan hidup. Selain itu, memikirkan limbah hasil sisa material saat melakukan renovasi juga perlu diperhatikan. Baja ringan sendiri dalam penggunaannya bisa dilakukan daur ulang dan tidak perlu membuang materialnya.

Untuk membaca artikel lainnya mengenai baja ringan dan sebagainya di website Baja Ringan System

Sumber: Google

Related posts

Jenis Genteng Untuk Baja Ringan

Nasuha

Rangkuman Artikel 3

SystemBajaRingan

Baja Ringan Sebagai Material Bangunan

Nasuha

Leave a Comment

Hubungi Kami